Powered by Blogger.

[REVIEW] Happy Old Year (2019): Tips Decluttering

by - May 12, 2020

sumber: lyfewithless
JUDUL
ฮาวทูทิ้ง.. ทิ้งอย่างไรไม่ให้เหลือเธอ | Happy Old Year
TANGGAL RILIS
26 Desember 2019 (TH) | 7 Maret 2020 (JP) | 26 Maret 2020 (NL)
DURASI
113 menit
PEMAIN
Chutimon 'Aokbab' Chuengcharoensukying (Jean), Sunny Suwanmethanont (Aim, Jean's Ex-Boyfriend), Apasiri 'Um' Nitibhon (Jean's Mother), Sarika 'Fah' Sathsilpsupa (Mi, Aim's Girlfriend), Thirawat 'Mee' Ngosawan (Jay, Jean's Brother), Patcha 'Praew' Kitchaicharoen (Pink, Jean's Friend).
SUTRADARA
Nawapol Thamrongrattanarit
PENULIS NASKAH
Nawapol Thamrongrattanarit
PRODUKSI
Very Sad Pictures & Happy Ending Film
DISTRIBUTOR
GDH 559 (TH) | GSC Movies (MY) | Golden Village Pictures (SG) | Netflix (NL)
GENRE
Drama | Romance | Slice of Life
RATING
G: General Audiences | Semua Umur
TAGLINE
A love story for those who want to move on but find it hard to let go.

SINOPSIS
  • IMDBA woman wants to reorganize her house and convert it into a home office. She will throw anything that has been lying around unused. However, she faces a great challenge when she comes across some items that belonged to her ex-boyfriend.
  • NetflixWhile decluttering her home, a woman’s hefty house renovation leads her back to the past when she uncovers her ex-boyfriend’s belongings.
*******

Setelah membahas tentang 'kenapa' harus declutterkali ini aku mau bahas 'bagaimana' cara declutter. Berhubung pas banget aku nonton "Happy Old Year" beberapa hari setelah decluttering, jadi aku mau bahas langkah-langkah decluttering yang ada di film itu. Sebelumnya, perlu kuinfokan bahwa judul aslinya (ฮาวทูทิ้ง.. ทิ้งอย่างไรไม่ให้เหลือเธอ) kurang lebih berarti 'How to Dump: To Dump or Not to Dump' —artinya: film ini bukan cuma tentang 'bagaimana membuang sesuatu', tapi juga tentang menentukan apakah 'sesuatu' harus dibuang atau tidak.

sumber: IMDb
1. Set Goals & Find Inspiration
 
Film ini bermula ketika Jean, yang baru saja menyelesaikan studinya di luar negeri, berusaha mendapatkan klien pertamanya. Segalanya berjalan lancar hingga klien tersebut menanyakan lokasi kantornya. Sebagai pejuang solo karier, Jean memutuskan untuk merenovasi rumahnya menjadi sebuah kantor dengan bantuan teman dekatnya, Pink. Sebagai referensi, Jean menunjukan beberapa desain interior yang minimalis untuk jadi rujukan Pink.
 
Sebelum mulai decluttering, hal pertama yang harus kamu tetapkan adalah tujuannya. Apakah sekadar ingin mengosongkan ruang atau membuang kenangan buruk tentang sesuatu? Tujuan ini nantinya akan jadi patokan untuk menentukan perlu atau tidaknya membuang suatu benda. Setelah itu, cari inspirasi hasil decluttering yang kamu mau. Ibarat sedang menulis tugas akhir atau laporan penelitian, inspirasi ini bisa jadi hipotesis/praduga tampilan ruangan kamu setelah decluttering. Kenapa penting? Karena setelah decluttering, kemungkinan besar kamu jadi harus menata ulang ruangan —jadi lebih baik sekalian cari inspirasi tata ruang yang mendukung mood, kan? 


2. Don’t Reminisce The Past
 
Meski sudah bersedia membantu, Pink tidak bisa langsung mulai renovasi karena rumah Jean —seperti kebanyakan rumah (warisan) keluarga-keluarga di Asia, penuh dengan berbagai benda. Pink pun akhirnya meminta Jean untuk 'decluttering' benda-benda di rumahnya, dalam waktu yang cukup singkat. 
 
Ketika decluttering, kamu akan 'menyentuh' benda satu per satu untuk menentukan apakah benda tersebut perlu dibuang atau tidak. Saat itu, kusarankan sebaiknya kamu menilai apakah benda tersebut berkaitan dengan tujuan decluttering. Sangat tidak disarankan untuk berusaha mengingat asal-muasal suatu benda, karena kemungkinan besar hanya akan menimbulkan perasaan notalgia dan menggagalkan niat kamu untuk declutter.
sumber: IMDb
3. Don’t Feel Too Much

Kebanyakan benda disimpan karena nilai emosional —bukan fungsional. Ketika mulai 'decluttering', Jean banyak menemukan benda-benda yang mengingatkannya pada kenangan lama. Pada awalnya, Jean-lah yang banyak mengingatkan kakaknya (Jay) untuk tidak terlalu 'sayang' pada benda. Tapi lama-kelamaan, Jean pun mulai teringat dengan beberapa kejadian di masa lalu.

Meski sudah tahu prinsip dasarnya, tentu ada beberapa benda yang mustahil 'disentuh' tanpa mengingatkan kamu pada orang atau momen tertentu. Hal itu tentu saja wajar dan manusiawi. Nggak akan ada yang bisa melarang kamu mengingat sebuah kenangan, tapi jangan terlalu larut memikirkannya. Semakin kamu berusaha mengingat detail kenangan tersebut, semakin sulit 'menyingkirkan' suatu benda.


4. Don’t Waver, Be Heartless

Beberapa benda tidak bisa disingkirkan dengan mudah karena satu dan lain hal, misalnya karena benda tersebut dipinjam dari seorang teman dan belum dikembalikan atau karena benda tersebut merupakan pemberian seseorang di hari ulang tahun. Daripada menyimpannya kembali, Jean memutuskan untuk mengembalikan benda-benda tersebut kepada pemiliknya.

Seperti pena, kenangan adalah pedang bermata dua. Di satu sisi, kenangan turut membentuk diri kita. Tanpa suatu kejadian di masa lalu, kita mungkin dapat memiliki kepribadian yang berbeda dan mengambil keputusan lain dalam hidup. Namun di sisi lain, ada beberapa kenangan yang lebih baik tersimpan rapat dalam memori —terutama di saat kita harus move on dan melanjutkan hidup, meninggalkan apa pun yang menjauhkan kita dari kebahagiaan. Karena itulah untuk melakukan decluttering, kita sebaiknya tidak menggunakan hati. Be heartless, setidaknya sampai kamu selesai declutter. Seperti ketika mengisi bahan bakar kendaraan di pom bensin terdekat, "mulai dari nol" supaya bisa kembali bergerak maju.
sumber: IMDb
5. Don’t Add More Things

Karena sudah bertekad mengembalikan benda-benda kepada pemiliknya, Jean terpaksa harus menemui banyak orang dari masa lalunya dari teman semasa sekolah hingga mantan pacarnya, Aim. Lucunya, ternyata ada juga benda milik Jean yang disimpan oleh orang lain. Begitu Jean bisa dikontak dan ditemui, mereka pun mengembalikan benda-benda milik Jean.

Usai memilah benda, hal berikutnya yang sulit dilakukan adalah mempertahankan komitmen. Pada suatu titik, kita akan kembali mulai menimbun benda. Jangankan 'nanti', saat decluttering pun biasanya akan tergoda untuk 'mengisi' ruang yang baru dikosongkan: membeli furnitur baru, memasang pajangan baru, atau merangkai dekorasi baru. Kalau sulit menghentikan kebiasaan impulsif semacam itu, bisa-bisa tujuan utama decluttering kamu tidak akan tercapai.


6. Don’t Look Back

Setelah memasukkan semua benda tak terpakai ke dalam kantong sampah, Jean segera meloakkannya kepada seorang penadah. Namun sebelum bapak penadah itu hilang dari pandangan, Jean berlari mengejarnya tampaknya merasa bersalah karena terlalu cepat menyingkirkan benda-benda itu.

Begitu selesai decluttering, sebaiknya kamu langsung menentukan tahap selanjutnya: mau didonasikan, dibuang, atau dijual? Kalau kamu butuh tambahan finansial, kamu bisa buka garage sale atau unggah foto benda-benda tersebut di online shop. Tapi kalau kamu tidak terlalu butuh uang (dan mudah goyah kalau menyimpannya lebih lama), kusarankan untuk langsung kontak lembaga/institusi yang mau menerima donasi. Biarkan mereka yang pilah-pilih lagi, setidaknya kamu tahu benda-benda itu akan bermanfaat bagi orang lain dan kamu bisa terhindar dari rasa bersalah karena telah membuang benda yang bernilai emosional. Nah kalau kamu benar-benar ingin cepat move on dan tidak punya cukup waktu untuk menghubungi lembaga/institusi seperti itu, lebih baik langsung dibuang saja sekalian.
sumber: IMDb
Sebenarnya tips decluttering di film ini hanya ada 6 (enam), tapi di bawah ini akan aku tambahkan dua hal lagi yang kurasa perlu dicatat oleh Jean supaya kegiatan decluttering-nya cepat selesai dan tidak membuat film ini rilis dengan alur lambat yang berdurasi hampir dua jam.

7. Don't Engage with The Past
 
Keputusan Jean yang paling menghambatnya saat 'decluttering' adalah mendatangi Aim, mantan pacarnya. Pertemuannya dengan Aim mengingatkannya dengan keputusan yang pernah dibuatnya sebelum melanjutkan studi ke luar negeri. Apalagi Jean juga diperkenalkan pada Mi, pacar Aim yang baru. Hal itu praktis membuatnya membayangkan apa jadinya kalau dia mengambil keputusan yang lain di masa lalu. Pada akhirnya, kegiatan 'decluttering' justru membawa Jean semakin mundur ke masa lalu.

Terlepas dari tips ketujuh yang aku sarankan ini, sebenarnya aku cukup kagum pada Jean. Sebenarnya bukan karena aku menolak untuk menghubungi orang-orang, tapi karena... aku tidak mampu. Lebih tepatnya, tidak punya cukup keberanian untuk menjalin komunikasi dengan banyak orang. Menurutku, berurusan dengan manusia (dewasa) adalah hal yang sulit. Jadi, semakin sedikit orang yang berinteraksi denganku, maka semakin sedikit pula kemungkinan hadirnya konflik dalam hidupku. Bukan prinsip yang baik untuk ditiru, tapi setidaknya di sini aku sudah berusaha jujur.

Namun menariknya, ternyata karakter Jean pun sepertinya punya prinsip serupa. Setelah menyingkirkan piano milik (mantan) ayahnya, Jean —yang dari awal ditampilkan sebagai sosok heartless, ternyata bisa menangis berjam-jam. Jean teringat pada momen di saat ayahnya pergi meninggalkan keluarganya demi perempuan lain. Hal itulah yang kemudian membuatnya tumbuh menjadi sosok yang dingin dan tampak antipati. Sikap itu merupakan caranya untuk memproteksi diri dari perasaan-perasaan yang tidak bisa dikontrolnya. Jean, in some way, adalah aku.

Jadi bukannya aku melarang kamu untuk menjalin silaturahmi, tapi cobalah untuk lebih bijak dalam memilih lingkar pertemanan. Kalau memang orang itu penting, maka kontaklah dan tanyakan kabarnya. Jaga hubungan kalian baik-baik. Kalau perlu, mintalah izin mereka sebelum declutter suatu benda. Aku pun sempat mengabarkan teman-teman lamaku saat 'menyingkirkan' kaus yang kuceritakan di postingan sebelumnya. Tapi kalau menjalin komunikasi dengan seseorang hanya akan membawamu pada hubungan yang toxic dan lebih banyak mudharat-nya, lebih baik urungkan niatmu.


8. Respect the Ownership

Jean menghabiskan cukup banyak waktu untuk menyingkirkan piano milik (mantan) ayahnya. Meski tak satu pun orang di rumahnya hobi bermain piano, ibunya bersikeras untuk tetap menyimpan piano itu. Pada akhirnya, Jean berhasil 'mengeluarkan' piano itu dari rumah ketika ibu dan kakaknya sedang pergi berbelanja. Bagaimana respons ibunya ketika pulang? Tentu saja mengamuk habis-habisan. Jean telah melampaui batas.
 
Tidak peduli seberapa keras keinginanmu untuk move on, menurutku ada satu hal yang nggak bisa kamu paksakan, yaitu keinginan orang lain. Keinginan untuk melanjutkan hidup dan meninggalkan kenangan buruk di masa lalu harus muncul dari dalam diri, bukan karena paksaan orang lain. Benda yang menurutmu tidak berguna, mungkin memiliki nilai emosional bagi orang lain. Hak untuk menihilkan nilai emosional benda itu hanya dimiliki oleh sang pemilik. Pun ketika decluttering, kamu pasti ingin memilah sendiri benda yang ingin kamu buang, kan? Bayangkan jika sepulang dari sekolah/kampus/kantor, tiba-tiba kamarmu kosong-melompong karena ibumu sedang declutter seisi rumah. Apa kamu nggak kepengin ngamuk?

Memang sih, ada scene di mana Jean meminta Jay untuk membuang semua benda di kamarnya. Tapi nggak semua orang seperti Jean, kan? Lagipula menurutku, dia meminta Jay melakukan hal itu karena dia takut goyah —tidak sanggup memilahnya sendiri. Saat decluttering, secara tidak langsung kamu sudah memutus ikatan emosionalmu dengan orang lain di masa lalu. Saranku: hormati keputusan orang lain untuk tetap menyimpan suatu benda, jangan sampai hubungan emosional dengan orang-orang yang masih di sisimu pun ikut terputus. Apa yang sudah putus, belum tentu bisa disambung kembali. Kalau pun bisa, ikatannya tidak akan serekat dulu.

Pun setelah berhasil declutter dan merenovasi rumah, Jean sadar bahwa hal-hal yang sudah disingkirkannya tidak akan bisa kembali. Adegan terakhir di film ini seakan mengingatkan kita bahwa decluttering memang bisa membantu kita untuk move on, tapi tidak bisa menjamin terhapusnya sebuah memori. Bagaimana pun juga, setiap kenangan masih akan tersimpan rapi dalam lobus frontalis di otak kita. 
sumber: GSC Movies
Nah, kuharap tips dan pembahasan di atas sudah cukup jelas ya! Pada intinya sih, decluttering ini bisa dilakukan kalau kamu sudah yakin mau memulai 'awal yang baru' —cocok untuk dilakukan kalau sedang ingin move on atau memperbaiki diri. Jadi, kapan mau decluttering?

sumber: enjoymovie
p.s. awalnya aku agak geregetan lihat akting Aokbab kok statis banget, tapi begitu sampai di adegan terakhir... whoa, even her eyes talked a lot!

You May Also Like

0 comments